SPACE 59, 14 September 2007
SPACE59, yang beralamat di jalan Merak no 2, Bandung, hari ini masih sedang menyelenggarakan sebuah pameran. Itu pamerannya Tita Larasati, yang diberi judul CURHAT TITA. Karyanya berupa coretan kartun yang menggambarkan perjalanan hidup Tita. Baik Selama dia di eropa dan juga di banyak daerah di Indonesia. Pameran akan berlangsung sampai tanggal 22 Sepetember 2007. Pembukaanya sudah lama berlalu. Disebut lama karena berlangsung pada tanggal 5 sepetember 2007 yang silam. Rame lho. Banyak yang datang. Ibunya Tita datang jauh-jauh dari jawa, suami dan-anaknya Tita juga datang. Dosen, seniman, budayawan, desainer, mahasiswa, anak-anak, tokoh sunda juga pada datang. Bercampurbaur di bawah hiasan lampu lampion.
Pembukaan diawali oleh pembacaan doa aneh oleh orang bernama Zae. Zae itu Zaeni Alif, orang yang sangat peduli dengan keberadaan mainan tradisional Sunda. Musik pengiring doanya juga aneh. Baunya juga aneh. Bau dupa. Apalagi di dalam ruangan pameran. Yang membakar dupanya itu adalah Wijana, desainer senior C59 yang juga salah satu pengurus SPACE59. Orang Derwati, Kecamatan Rancasari. Jadi bernuansa mistis deh. Kalau sendiri pasti takut. Untung banyak orang. terang oleh lampu lagi.
Setelah pembacaan doa aneh itu selesai, acara dilanjut, sesuai dengan yang tertulis di atas kertas yang dipegang MC, yaitu dipanggilnya Tita larasati untuk bicara menjelaskan siapa diri dan karyanya. Cuma sebentar. Cuma bilang kalau Tita adalah alumni FSRD ITB, angkatan 91, jurusan desain Produk. Setelah lulus dari ITB Tita melanjutkan kuliahnya ke Belanda. 8 tahun dia di sana, sampai-sampai mengalami cilok segala--cinta lokasi, dan lalu menikah dengan WNB, Warga Negara Belanda yang menyebabkan jadi punya 2 anak. Dulu waktu berangkat ke Belanda itu status Tita sebenarnya masih S1 dan lajang, tapi begitu dia kembali ke Indonesia statusnya sudah berubah menjadi Doktor. Menjadi istri seseorang. Tita kini mengabdikan dirinya di tempat dulu dia di S1-kan, yaitu FSRD-ITB. Singkatan dari Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung.
Setelah Tita selesai ngomong, ada tepuk tangan untuknya. Lalu MC memanggil Pidi Baiq untuk naik ke mimbar, anggap aja mimbar padahal bukan. Hanya sedikit lebih tinggi permukaannya. Dia dianggap sebagai orang yang telah menggagas munculnya SPACE59, padahal sebetulnya belum tentu berasal dari ide dia sendiri, karena masih banyak orang seperti Bapak Profesor Bambang Sugiharto, Mas Kiki dan kawan-kawan seniman yang lain, yang juga sama-sama ngasih masukan ide. Tapi kenyataannya malah dia sendiri yang naik ke mimbar dan bicara di sana. Hanya sebentar, hanya ngomong mengapa kemudian muncul SPACE59 dan untuk apa. Setelah itu: Assalamualikum, katanya.
Lalu microphone diambil alih lagi oleh MC, Mas Imam namanya. Imam itu alumni senirupa IKIP atau UPI sekarang, dia orang teater, dikenal sebagai asistennya Imam Soleh. Dua-duanya Imam. Lalu Mas Imam, yang MC itu, memanggil Mas Kiki. Disebutnya Mas Kiki itu sebagai kurator dari pameran CURHAT TITA. Mas Kiki ke depan, mengacungkan kepalan tangannya ke arah Pidi Baiq yang sudah duduk kembali di bangku, dia pikir Pidi Baiq lah pembuat susunan acara itu. Kenapa gua harus ngomong, tapi sudah telanjur dipanggil. Dia harus maju dan bicara, maka bicaralah dia. Tidak memakan waktu lama. Semua pada tidak memakan waktu lama.
Hari lalu sudah akan malam, maka MC pun merasa harus segera masuk ke acara puncak. Pasti biar tidak terlalu malam. Akibatnya MC memanggil Pak Bambang Sugiharto. Profesor Bambang Sugiharto, kawan lama mas Wiwied untuk membuka gorden yang menutup logo SPACE59. Harus begitu, karena selain acara membuka pameran Tita, adalah juga meresmikan mulai berfungsinya SPACE59 untuk umum. Ceremonial pembukaan masih belum selesai, karena setalah itu dilanjut dengan dibukanya juga gorden yang menutup banner yang berupa coretan image yang menggambarkan SPACE59. Gorden dibuka, dengan cara hanya ditarik sekaligus. Ada tiga gorden, yang satu dibuka oleh Mas Wiwied, juragan C59, yang kedua dibuka oleh ibu Maria, istri Mas Wiwied itu, dan yang ketiga dibuka olehPidi Baiq. Dibuka dengan bersamaan. Terus tepuk tangan. Kirain setelah acara itu orang-orang bisa langsung masuk ruangan untuk segera menikmati karya Tita, ternyata enggak. Harus ada acara di mana Tita menggoreskan kuas di atas kanvas, hadiah dari Pelukis Rosyid, terus dikasih tandatangan oleh Profesor Bambang Sugiharto. Terus ada pemotongan tumpeng. Baru setelah itu, pintu, yang pegangannya diikat kain itu, dibuka. Semua orang jadi aja pada masuk. Oh kembali ke atas. Tadi itu sebelum Zae membacakan doa, hadirin disuruh berdiri dulu oleh MC karena harus mendengarkan dikumdangkannya lagu Indonesia Raya dulu. Aneh kan?.
Di dalam ruangan pameran sangat banyak orang. Beberapa orang malah bilang seperti reuni. Karena jadi bertemu dengan kawan-kawan lama di tempat itu. Ada juga yang berphoto-photo. Ada juga yang pada makan di tempat yang sudah disediakan, yaitu di samping ruangan SHOWROOM C59. Ada juga yang pada beli merchendise pameran, yaitu berupa pin, komik, kaos, yang tentunya bergambar karya-karya Tita.
Buat yang mau datang, karena belum sempat datang bisa segera datang, kan tadi sudah baca, acara pameran ditutup sampai pada tanggal 22 September 2007. Kalau mau datang lebih baik datang pada saat ada agenda kegiatan, biasanya suka ada diskusi dan lainnya semacam itu. Pameran dibuka pukul 09:00 sampai 21:00 WIB. mau nomor teleponnya enggak? Ini: 022-2505959. udah ya.